Memahami Tentang Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi
Untuk memahami pengertian evaluasi, pengukuran dan penilaian
kita dapat memahaminya lewat contoh berikut :
- Apabila ada seseorang yang memberikan kepada kita 2 pensil yang berbeda ukuran ,yang satu panjang dan yang satu lebih pendek dan kita diminta untuk memilihnya, maka otomatis kita akan cenderung memilih pensil yang panjang karena akan bisa lebih lama digunakan. Kecuali memang ada kriteria lain sehingga kita memilih sebaliknya.
- Peristiwa menjual dan membeli di pasar. Kadang kala sebelum kita membeli durian di pasar, sering kali kita membandingkan terlebih dahulu durian yang ada sebelum membelinya. Biasanya kita akan mencium, melihat bentuknya, jenisnya ataupun tampak tangkai yang ada pada durian tersebut untuk mengetahui durian manakah yang baik dan layak dibeli.
Dari kedua contoh diatas maka dapat kita simpulkan bahwa
kita selalu melakukan penilaian sebelum menentukan pilihan untuk memilih suatu
objek/benda. Pada contoh pertama kita akan memilih pensil yang lebih panjang
dari pada pensil yang pendek karena pensil yang lebih panjang dapat kita
gunakan lebih lama. Sedangkan pada contoh yang kedua kita akan menentukan
durian mana yang akan kita beli berdasarkan bau, bentuk, jenis, ataupun tampak
tangkai dari durian yang dijual tersebut. Sehingga kita dapat memperkirakan
mana durian yang manis.
Untuk mengadakan penilaian, kita harus melakukan pengukuran
terlebih dahulu. Dalam contoh 1 diatas, jika kita mempunyai pengaris, maka
untuk menentukan pensil mana yang lebih panjang maka kita akan mengukur kedua
pensil tersebut dengan menggunakan pengaris kemudian kita akan melakukan
penilaian dengan membandingkan ukuran panjang dari masing-masing penggaris
sehingga pada akhirnya kita dapat mengatakan bahwa “Yang ini panjang” dan “Yang
ini pendek” lalu yang panjanglah yang kita ambil.
Dalam contoh yang ke 2, kita memilih durian yang terbaik
lewat bau, tampak tangkai, maupun jenisnya. Hal itu juga diawali dengan proses
pengukuran dimana kita membanding-bandingkan beberapa durian yang ada sekalipun
tidak menggunakan alat ukur yang paten tetapi berdasarkan pengalaman. Barulah
kita melakukan penilaian mana durian yang terbaik berdasarkan ukuran yang kita
tetapkan yang akan dibeli.
Dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa dalam proses
penilaian kita menggunakan 3 ukuran, yakni ukuran baku (meter, kilogram,
takaran, dan sebagainya), ukuran tidak baku (depa, jengkal, langkah, dan sebagainya)
dan ukuran perkiraan yakni berdasarkan pengalaman.
Langkah – langkah mengukur kemudian menilai sesuatu sebelum
kita mengambilnya itulah yang dinamakan mengadakan evaluasi yakni mengukur dan
menilai. Kita tidak dapat mengadakan evaluasi sebelum melakukan aktivitas
mengukur dan menilai.
Berdasarkan contoh diatas dapat kita simpulkan pengertian
pengukuran, penilaian, dan evaluasi sebagai berikut :
- Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan bersifat kuantitatif.
- Penilaian adalah kegiatan mengambil keputusan untuk menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik buruk dan bersifat kualitatif. Sedangkan
- Evaluasi adalah kegiatan yang meliputi pengukuran dan penilaian
A.
Penilaian Dalam Pendidikan
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan
penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh
mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian
kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa
hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa
nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif
(berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan
nilai kuantitatif tersebut.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah
mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran
yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner)
telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi
dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian
kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.
Pengertian penilaian menurut
beberapa Ahli
:
Robert M Smith (2002)
: Suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui
kelemahan dan kekuatan yang mana hsil keputusannya dapat digunakan untuk
layanan pendidikan yang dibutuhkan anak sebagai dasar untuk menyusun suatu
rancangan pembelajaran.
James A. Mc. Lounghlin & Rena B
Lewis : Proses sistematika dalam mengumpulkan
data seseorang anak yang berfungsi untuk melihat kemampuan dan kesulitan yang
dihadapi seseorang saat itu, sebagai bahan untuk menentukan apa yang
sesungguhnya dibutuhkan. Berdasarkan informasi tersebut guru akan dapat
menyusun program pembelajaran yang bersifat realitas sesuai dengan kenyataan
objektif
Lidz 2003 : Proses
pengumpulan informasi untuk mendapatkan profil psikologis anak yang meliputi
gejala dan intensitasnya, kendala-kendala yang dialami kelebihan dan
kelemahannya, serta peran penting yang dibutuhkan anak
B.
Evaluasi dalam Pendidikan
Secara harafiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation
yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily:
1983). Menurut Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The
process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging
decision alternatives”. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan,
memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu
alternatif keputusan.
Pengertian Evaluasi Menurut beberapa
Ahli :
Evaluasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam
meningkatkan kualitas, kinerja, atau produktifitas suatu lembaga dalam
melaksanakan programnya. Fokus evaluasi adalah individu, yaitu prestasi belajar
yang dicapai kelompok atau kelas. Melalui
evaluasi akan diperoleh informasi tentang apa yang telah dicapai dan apa yang belum
dicapai. Selanjutnya, informasi ini digunakan untuk perbaikan suatu program.
Evaluasi menurut Griffin & Nix (1991) adalah judgment terhadap
nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Menurut definisi ini selalu
didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian. Menurut Tyler (1950),
evaluasi adalah proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai.
Masih banyak lagi definisi tentang evaluasi, namun semuanya selalu memuat
masalah informasi dan kebijakan, yaitu informasi tentang pelaksanaan dan
keberhasilan suatu program yang selanjutnya digunakan untuk menentukan kebijakan berikutnya.
Evaluasi secara singkat juga dapat didefinisikan sebagai
proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau
kelompok. Hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong guru untuk mengajar lebih baik dan
mendorong peserta didik untuk belajar lebih baik. Jadi, evaluasi memberikan
informasi bagi kelas dan guru untuk
meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Informasi yang digunakan untuk
mengevaluasi program pembelajaran harus memiliki kesalahan sekecil mungkin.
Evaluasi pada dasarnya adalah melakukan judgment terhadap hasil
penilaian, maka kesalahan pada penilaian dan pengukuran harus sekecil mungkin.
Astin (1993) mengajukan tiga butir
yang harus dievaluasi agar hasilnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Ketiga butir tersebut adalah masukan, lingkungan sekolah, dan keluarannya.
Selama ini yang dievaluasi adalah prestasi belajar peserta didik, khususnya
pada ranah kognitif saja. Ranah afektif jarang diperhatikan lembaga pendidikan,
walau semua menganggap hal ini penting, tetapi sulit untuk mengukurnya.
Evaluasi menurut Kumano (2001) merupakan penilaian terhadap
data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Sementara itu menurut Calongesi
(1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil
pengukuran. Sejalan dengan pengertian tersebut, Zainul dan Nasution (2001)
menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan
keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil
belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah
pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Selain dari itu, evaluasi juga dapat
dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi
yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Dengan
demikian, Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau
membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh
siswa (Purwanto, 2002).
Arikunto (2003) mengungkapkan bahwa evaluasi adalah
serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program
pendidikan. Tayibnapis (2000) dalam hal ini lebih meninjau pengertian evaluasi
program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai sejauhmana
tujuan pendidikan dapat dicapai.
Berdasarkan tujuannya, terdapat pengertian evaluasi sumatif
dan evaluasi formatif. Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk
memperoleh feedback perbaikan program, sementara itu evaluasi sumatif merupakan
upaya menilai manfaat program dan mengambil keputusan (Lehman, 1990).
Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa evaluasi pendidikan
adalah kegiatan pengendalian,
penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen
pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk
pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.
2. Dalam PP.19/2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan Bab I pasal 1 ayat
17 dikemukakan bahwa “penilaian adalah
proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
belajar peserta didik”.
3. Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 1)
secara eksplisit mengemukakan bahwa
antara evaluasi dan penilaian mempunyai persamaan dan perbedaan.
Evaluasi adalah
pengumpulan yang sistematis dan analisis data yang diperlukan untuk membuat
keputusan, sebuah proses di mana sebagian besar program yang dijalankan dengan
baik terlibat dari awal. Berikut adalah beberapa kegiatan evaluasi yang sudah
cenderung dimasukkan ke dalam program banyak atau yang dapat ditambahkan dengan
mudah
- Pinpointing layanan yang diperlukan misalnya, mencari tahu apa pengetahuan, keterampilan, sikap, atau perilaku program harus alamat
- Menetapkan tujuan program dan memutuskan bukti-bukti tertentu (seperti pengetahuan khusus, sikap, atau perilaku) yang akan menunjukkan bahwa tujuan telah dipenuhi. Kunci untuk evaluasi yang sukses adalah seperangkat tujuan program yang jelas, terukur, dan realistis. Jika tujuan tersebut tidak realistis optimis atau tidak terukur, program mungkin tidak mampu menunjukkan bahwa ia telah berhasil meskipun telah melakukan pekerjaan yang baik
- Mengembangkan atau memilih dari antara pendekatan program alternatif misalnya, mencoba berbagai kurikulum atau kebijakan dan menentukan mana yang terbaik untuk mencapai tujuan
- Pelacakan tujuan program misalnya, membentuk sistem yang menunjukkan siapa yang mendapatkan pelayanan, bagaimana pelayanan banyak disampaikan, bagaimana peserta menilai layanan yang mereka terima, dan yang pendekatan yang paling mudah diadopsi oleh staf
- Mencoba dan menilai program baru desain menentukan sejauh mana pendekatan tertentu sedang dilaksanakan dengan setia oleh personil sekolah atau agen atau sejauh mana itu menarik atau mempertahankan peserta.
Melalui jenis kegiatan, orang-orang yang menyediakan atau
mengelola layanan menentukan apa yang akan ditawarkan dan seberapa baik mereka
menawarkan layanan tersebut. Selain itu, evaluasi dalam pendidikan dapat
mengidentifikasi dampak program, membantu staf dan orang lain untuk mengetahui
apakah program mereka memiliki dampak pada pengetahuan peserta 'atau sikap.
Dimensi yang berbeda evaluasi memiliki nama resmi: proses, hasil, dan evaluasi
dampak.
Rossi dan Freeman (1993) mendefinisikan evaluasi sebagai
"aplikasi sistematis prosedur penelitian sosial untuk menilai
konseptualisasi, perancangan, implementasi, dan utilitas dari ...
program." Ada banyak definisi lain yang serupa dan penjelasan dari
"apa evaluasi adalah" dalam literatur. Pandangan kami adalah bahwa,
meskipun definisi masing-masing, dan pada kenyataannya, setiap evaluasi sedikit
berbeda, ada beberapa langkah yang berbeda yang biasanya diikuti dalam evaluasi
apapun. Ini adalah langkah-langkah yang membimbing pertanyaan pengorganisasian
buku ini.
Fungsi utama evaluasi adalah
Menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan
informasi yang tepat
sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran
A. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan
dibedakan atas lima jenis evaluasi :
dibedakan atas lima jenis evaluasi :
1. Evaluasi diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk
menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
2. Evaluasi selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk
memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan
tertentu.
3. Evaluasi penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk
menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan
karakteristik siswa.
4. Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk
memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
5. Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk
menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa.
B. Jenis
evaluasi berdasarkan sasaran :
1. Evaluasi konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks
program baik mengenai rasional
tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul
dalam perencanaan
tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul
dalam perencanaan
2. Evaluasi input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik
sumber daya maupun strategi
yang digunakan untuk mencapai tujuan.
yang digunakan untuk mencapai tujuan.
3. Evaluasi proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses
pelaksanaan, baik mengenai
kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan
faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan
faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
4. Evaluasi hasil atau produk
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program
yang dicapai sebagai dasar
untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan
atau dihentikan.
untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan
atau dihentikan.
5. Evaluasi outcom atau lulusan
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar
siswa lebih lanjut, yankni
evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
C. Jenis
evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran :
1. Evaluasi program pembelajaran
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran,
isi program pembelajaran,
strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain.
strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain.
2. Evaluasi proses pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses
pembelajaran dengan garis-garis
besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran.
besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran.
3. Evaluasi hasil pembelajaran
Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat
penguasaan siswa terhadap tujuan
pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif,
afektif, psikomotorik.
D. Jenis
evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi
Berdasarkan
objek :
1. Evaluasi input
Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian,
sikap, keyakinan.
2. Evaluasi tnsformasi
Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses
pembelajaran anatara lain
materi, media, metode dan lain-lain.
materi, media, metode dan lain-lain.
3. Evaluasi output
Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian
hasil pembelajaran.
Berdasarkan
subjek :
1. Evaluasi internal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru.
2. Evaluasi eksternal
3. Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah
sebagai evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.
Tujuan dan Fungsi Evaluasi
1. Secara
umum, tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas
proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Secara khusus, tujuan
evaluasi adalah untuk :
proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Secara khusus, tujuan
evaluasi adalah untuk :
(a) mengetahui
tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan,
(b) mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami
peserta didik dalam proses belajar,
sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial
teaching, dan
sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial
teaching, dan
(c) mengetahui efisiensi dan efektifitas
strategi pembelajaran yang digunakan guru, baik yang menyangkut metode, media
maupun sumber-sumber belajar
C.
Pengukuran dalam pendidikan
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap
suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur
hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen.
Pengukuran adalah proses pemberian angka-angka atau label
kepada unit analisis untuk merepresentasikan atribut-atribut konsep. Proses ini
seharusnya cukup dimengerti orang walau misalnya definisinya tidak dimengerti.
Hal ini karena antara lain kita sering kali melakukan pengukuran.
Menurut Cangelosi (1995) yang dimaksud dengan pengukuran
(Measurement) adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris
untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan.
Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa
saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka
katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh,
mencium, dan merasakan. Menurut Zainul dan Nasution (2001) pengukuran memiliki
dua karakteristik utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu; 2)
menurut suatu aturan atau formula tertentu.
Measurement (pengukuran) merupakan proses yang
mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif
(system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa
tersebut dinyatakan dengan angka-angka (Alwasilah et al.1996). Pernyataan
tersebut diperkuat dengan pendapat yang menyatakan bahwa pengukuran merupakan
pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki
oleh seseorang, atau suatu obyek tertentu yang mengacu pada aturan dan
formulasi yang jelas. Aturan atau formulasi tersebut harus disepakati secara
umum oleh para ahli (Zainul & Nasution, 2001). Dengan demikian, pengukuran
dalam bidang pendidikan berarti mengukur atribut atau karakteristik peserta
didik tertentu. Dalam hal ini yang diukur bukan peserta didik tersebut, akan
tetapi karakteristik atau atributnya. Senada dengan pendapat tersebut, Secara
lebih ringkas, Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan pengertian pengukuran
(measurement) sebagai kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran
tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
D.
Perbedaan Evaluasi, Penilaian dan Pengukuran
Berdasarkan
pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa penilaian adalah suatu proses
untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui
pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Pengukuran
adalah membandingkan hasil tes dengan standar yang ditetapkan. Pengukuran
bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah kegiatan mengukur dan mengadakan
estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai
ke taraf pengambilan keputusan.Penilaian bersifat kualitatif.
Agar
lebih jelas perbedaannya maka perlu dispesifikasi lagi untuk pengertian
masing-masing :
- Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
- Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
- Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.