Kamis, 05 November 2015

Suku Talaud

Talaud
 Selamat datang di blognya saya,...!! Kali ini Darman berbagi lagi satu ilmu kepada setiap pengunjung yaitu tentang Suku Talaud Sulawesi Utara (Indonesia).Perlu juga diketahui bahwa saya adalah asli dari suku Talaud jadi penulisan artikel tentang suku Talaud adalah suatu hal yang sangat wajib bagi para blogger dari Talaud. Tentunya kebenaran dari artikel ini sudah tidak perlu diragukan lagi ,hehehe.....!!! ok Kita langsung saja deh,entar udah bosan bacanya.

              Indonesia - Adalah satu negara yang terdiri dari berbagai pulau, berbagai agama, berbagai suku ,berbagai ada-istiadat. Sehingga Tak heran ketika terdapat berbagia perbedaan ras dan suku,karena itulaha ciri khas indonsia. Ada lebih dari 300 etnik atau suku yang menyebar luas dari barat sampai ke timur (Wkipedia).Suku Talaud merupakan salah satu dari 300 suku tersebut,
         Secara Geografis Talaud terletak di utara indonesia dan merupakan perbatasan dengan negara filiphina.Talau sendiri memiliki 3 nama yang dikenal dikalangan masyarkat talaud bahkan sampai dibeberapa kalangan luar daerah yakni Porodisa, Taroda (Talaud),dan Karakellang .Porodisa dari struktur bahasanya diadopsi dari bahasa asing yaitu Paradise yang berarti Firdaus.Jika diartikan secara luasa nama Porodisa adalah negeri yang berlimpa akan sumber daya alam dari ekositem laut maupun darat.Dahulukala berdasarkan cerita opa-oma dan papa saya,Untuk mengidupi keluarga tidaklah susah mencari ikan laut sangat berlimpah dan mudah unuk memperolehnya. Makananpun seperti itu,meskipun dulunya belum mengenal nasi karena makan dulu atau makanan ciri khas talaud adal umbi-umbian ; ubi jalar, ubi kupas (ketela pohon) ,ubi terong , rumbia dll.

Masyarakat Suku Talaud

      Masyarakat Suku Talau memiliki satu kebiasaan jika mereka bertani saling membantu (Dalam Bahasa Talaud : Manguntuddu Ariu), begitupun ketika panen hasil ladang dan kebun. Keluarga intinya disebut gaghurang atau hagurangnga (Orang Tua) yang berdiam di rumah semi permanen yang disebut bare/bale. Keluarga-keluarga inti lalu membentuk kelompok keluarga luas terbatas yang disebut ruangana. Kelompok ini berdiam di rumah besar yang disebut bale manandu. Pada saat mereka bekerja di ladang atau menangkap ikan agak jauh dari kampung. mereka terpaksa mendirikan rumah sementara yang mereka sebut sabua. Sebuah kampung sering dihuni oleh satu ruangana, tetapi umumnya terdiri atas tiga sampai empat ruangana. Orang Talaud mempunyai hubungan kekerabatan yang bilateral sifatnya.

      Pada zaman dulu masyarakat Talaud sudah mengembangkan sistem sosial politik dalam bentuk kerajaan-kerajaan kecil. Pada masa sekarang pengaruhnya masih terlihat dalam pelapisan sosial masyarakatnya. Golongan keturunan raja-raja dan bangsawan lama itu disebut kelompok papung, dan dibawahnya baru golongan rakyat biasa. Golongan budak zaman dulu disebut alangnga(Budak). Pada masa sekarang pelapisan sosial yang tajam seperti di atas suda menipis pengaruhnya.  

      Pada zaman dulu pernah berdiri kerajaan Talaud yang dipimpin seorang ratu atau raja. Kekuasaan dibawahnya dibagi-bagi kepada beberapa orang pejabat yang membawahi pula sejumlah kampung (wanua) di bawahnya. Kepala kampung disebut kapitan laut. Dalam tugasnya kapitan laut ini dibantu oleh sejumlah Dewan Adat yang disebut Inanggu Wanua yang sebenarnya adalah gabungan dari para pemimpin kelompok keluarga luas terbatas yang disebut timadu ruangana.Timmadu ruanganna bertugas untuk mengatur atau mengontrol setiap anggota keluarga yang tergabung dalam kelompong keluarga tersebut,contoh ketika salah satu anggota kelompok (anggota ruanganna ) jatuh sakit maka timmaddu ruanganna mengarahkan semua anggota ruanganna tersebut untuk melawat atau mengunjungi orang yang sakit tersebut.Selain itu setiap ruanganna harus terlibat dalam acara adat ataupun keagamaan dan kebiasaan itu masi berlanjut sampai dengan sekarang.

Kepercayaan Suku Talaud
     
        Dahulu kala mayoritas masyarakat talaud mempercayai dunia gaip (Super Natural),banyak yang ingin memmiliki kekuatan gaip dengan cara pergi bersemayam ataupun berdoa ke gua, gunung ,batu-batu besar, pepohonan yang sudah sangat tua,dan tempat - tempat lain yang mereka anggap memiliki kekuatan super natural.Namun seiring perkembangan Zaman sekarang ini Mayoritas masyarakat Talaud sudah meninggalkan kepercayaan tersebut karena dengan adanya agam kristen yang masuk di Tanah talud sehingga hal itu membuat kepercayaan masyarakat Talaud akan dunia gaip hilang meskipun masi ada yang memepercayai hal itu namun sebagian besar masyarakat Talaud sudah meninggalkan Kercayaan klasik tersebut.


Demikan yang sudah boleh saya posting Semoga bisa membantu Anda yang suah berkunjung ke blog saya....!! GodBlees.